Kamis, 03 Agustus 2017

Bima Ubaidillah (5150211055)


Nama : Bima ubaidillah.
Kelas : S1 Manajemen.
Mata Kuliah: Pengembangan Kepribadian.
Dosen Pengampu : Ibu Erlin Fitria.


1. Yang Muda Yang Berprestasi

Seorang pemuda sukses adalah dia yang memiliki keinginan bekerja keras sekuat tenaga dan banting tulang untuk meraih kesuksesan di masa mendatang, seperti halnya kesuksesan akan gagal jika tidak diimbangi dengan pertanggung jawaban dan komitmen yang kuat dari dalam diri sendiri kita. Dibalik kesuksesan seseorang harus dapat meraih prestasi disuatu ilmu pengetahuan yang ia kembangkan berupa keahlian dibidang tertentu. Keahlian dan keterampilan seseorang adalah simbol untuk berlomba-lomba mengejar prestasi disuatu bidang yang telah ada. Contoh ketika ada event, lomba, olimpiade antar instansi diri kita diwajibkan untuk mengikuti lomba tersebut, buktikan keterampilan yang ada dalam diri kita melalui keikutsertaan lomba ataupun olimpiade. Tekuni dengan baik lomba tersebut sesuai kehalian yang kita miliki agar mendapatkan juara harapan niscaya kita akan berprestasi dengam baik melalui keikutsertaan lomba.
Di lain pihak jika ingin berprestasi tapi bimbang dan tidak tahu apa yang bisa kita lakukan, kita tidak boleh putus asa ataupun malas karena sifat malas akan menjemput kegagalan dalam hidup. Terus berfikir, berfikir dan berfikir untuk menggali jawaban, nyalakan otak kita bagaikan cahaya yang terang benerang tanpa adanya kegelapan. Prestasi tidak hanya dibidang perlombaan saja tapi masih sangat banyak contoh melakukan suatu bisnis, berbinsis juga harus memiliki kehalian/skill untuk melakukan proses bisnis tersebut agar berjalan lancar dan diterima oleh banyak orang seperti ilmu dalam proses promosi dan berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Jika kita ingin menjadi pemuda sukses dalam berprestasi tapi niat hanya setengah-setengah lebih baik jangan melakukan hal tersebut karena akan merugikan diri sendiri dan waktu telah terbuang sia-sia, maka dari itu lakukan sebuah prestasi dengan niat 100% tanpa ada niat yang setangah-setengah.
Seorang yang berprestasi harus memiliki jiwa tangguh dan jiwa sosial tinggi, prestasi yang ia kembangkan harus murni dan karir bagus untuk diterima oleh orang banyak. Kecerdasan dan keulatan sangat dibutuhkan untuk meraih prestasi seseorang agar keinginan tercapai dengan semaksimal mungkin. Prestasi muda maupun tua tidak memandang hal tersebut, jika ia muda tetapi karir prestrasinya masih layak untuk diperjuangkan dan hasil sangat maksimal maka tidak salah muda yang berprestasi mengalahkan tua yang berprestasi. Prestasi juga harus adanya dukungan dari saudara, sahabat dan yang paling utama ialah dukungan dari orang tua. Selain mengasuh dan membesarkan hingga sekolah melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi orang tua harus memberikan dukungan kepada anak untuk menunjukkan prestasinya.
Untuk memulai prestasi agar sukses dan membuahkan hasil hal yang terpenting kita harus mencari ide cemerlang, inovativ, produktif, memiliki jam terbang di berbagai bidang, meningkatkan softskill dan hardskill, mengembangkan jaringan komunikasi yang baik terhadap orang lain, menciptakan jiwa idealisme yang tinggi, meningkatkan profesionalitas diri, menghargai karakteristik orang lain, memaksimalkan segala kreatifitas yang muncul pada otak, memiliki pendirian dan prinsip hidup yang tinggi, tidak mudah terpengaruh dari hal-hal negatif ketika melakukan bisnis, konsisten dan bertanggung jawab penuh atas apa yang ia lakukan, hancurkan rasa malas yang ada dalam diri kita.

2. Perilaku Proaktif

            Pertanggungjawaban atas apa yang telah kita kerjakan adalah momentum penting untuk diri sendiri bukan untuk orang lain. Bertanggung jawab untuk mengambil keputusan dan merealisasikan apa yang diri kita inginkan, menentukan pilihan adalah sebuah keniscayaan penting. Tanpa kata tanggung jawab manusia tidak akan bisa mengatur dirinya sendiri dan jika ia meninggalkan hal tersebut niscaya ia akan tenggelam dalam kesengsaraan. Kehidupan ini menawarkan berbagai pilihan yang semuanya memiliki konsekuensi logis, manusia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan yang terkadang sulit untuk ditentukan hal tersebut akan menjadi tanggung jawab yang sangat besar.
            Di setiap waktu bahkan detik memang akan selalu ada resiko di setiap pilihan kita, itulah konsekuensi logis dari pilihan yang kita tentukan. Ketika kita hendak belok ke kanan ataupun ke kiri, kita harus selalu siap bertemu dengan masalah dan ketika hanya diam saja tidak menentukan pilihan, maka kita akan menjadi sumber masalah.
            Contoh: Andre adalah anak SMA yang baru aja lulus dia itu ingin melanjutkan kuliah di Universitas untuk melanjutkan studinya. Ketika lukus kuliah ia harus menentukan bidang apa yang ia inginkan untuk meraih kesuksesan. Mustahil semua bidang ditekuni dan mustahil juga jika tidak ada yang ditekuninya. Ketika anak itu sudah menentukan pilihan karir dan telah matang untuk berumah tangga maka saat itu harus memilih siapa yang akan dinikahinya. Mustahil jika memilih semuanya dan mustahil juga jika tidak ada yang memilih salah satunya. Ketika dia itu sudah memilih selalu ada rasa tanggung jawab dan konsekuensi logis dari pilihan yang ia pilih. Ketika ia memilih kuliah di kota laim ia harus meninggalkan kota kelahirannya dan keluarganya ia akan jarang ketemu teman-teman dan terutama orang tuanya. Apapun yang terjadi Andre harus berani ambil resiko. Bagi orang yang memiliki keberanian harus menakar resiko itu sesuai dengan kemampuan. Tanggung jawab ketika mengambil resiko harus memiliki sisi positif yang menguntungkan dirinya senndiri. Sebaliknya orang yang tidak memiliki keberanian jarang sekali berani menganalisis resiko, sehingga kesempatan bisa dengan mudah lenyap begitu saja.
            Menurut saya sendiri Teori Determinisme adalah seseorang lebih dominan menyalahkan dirinya sendiri daripada menyalahkan orang lain dan kesalahan sudah terlanjur terjadi, baginya kesalahan tersebut tidak dapat dapat dikendalikan, hal itu dikaitkan dengan sifat dan karaketiristik bersimbol genetika, psikis dan lingkungan. Genetika adalah karakter turun temurun yang dimiliki oleh seseorang atau diwarisi, psikis adalah lebih dominan pada karakter proses pertumbuhan menjadi dewasa, dan lingkungan adalah pergaulan lingkungan dari anak tersebut, jika ditempat dengan lingkungan orang-orang nakal kita tidak boleh terpengaruh oleh yang lain dan harus kuat menghadapi orang-orang tersebut.
            Sikap proaktif sangatlah penting bagi diri kita semua. Untuk mengembangkan sikpa proaktif kita harus meminimalisir kekurangan yang ada dalam diri kita, segera melakukan perubahan, menciptakan rencana baru yang lebih efektif dan efisien, cekatan dalam bertindak, mahir mengatur waktu, selalu optimis tidak boleh pesimis, cerdas dalam mengambil inisiatif, komitmen dalam mempertanggung jawabankan atas perilaku diri sendiri, membuat pilihan-pilihan yang lebih berdasarkan prinsip sukses dan nilai-nilai kehidupan.

            Keberanian mengambil resiko tidak dilakukan asal-asalan. Ia harus berwujud keberanian yang didasarkan pada analisis yang faktual. Orang-orang sukses menjadi point penting atas berbagai peluang sembari mengelola resiko sebaik mungkin. Seseorang yang tidak khawatir dengan resiko karena ia sudah membekali diri sendiri dengan ilmu dan keterampilan. Orang sukses itu menjalani proses sebagai pembelajaran. Jika menemui kegagalan sekalipun maka dipandang sebagai perjuangan atas kesuksesan. Begitupun dengan kepribadian orang sukses selalu mengambil pikiran-pikiran positif dan solutif atas permasalahan.


BY: BIMA UBAIDILLAH.



TALENT MANAGEMENT - HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT By BIMA UBAIDILLAH

Connect my social media HERE  INSTAGRAM : https://www.instagram.com/bimaubaidillah/ LINKEDIN     : https://www.linkedin.com/in/bima-ubaidill...